Dalam implementasinya, kementrian Pendidikan dan kebudayaan,menetapkan tiga pendekatan, penguatan pendidikan karakter, yaitu pendidikan karakter berbasis kelas, budaya sekolah, dan masyarakat ( keluarga ) atau komunitas.
Mengembangkan lembaga pendidikan agar memiliki kultur moral yang ramah bagi pengembangan pendidikan individu mengandaikan bahwa halpertama yang perlu dikelolah adalah manusianya. Memiliki teori dan pemahaman yang baik tentang proses terbentuknya sebuah budaya tidaklah mencukupi.
Buku Pendidikan Karakter Berbasis Kelas merupakan salah satu referensi yang bisa dipergunakan oleh pendidik dan para pemamngku kepentingan pendidikan lain, seperti orang tua, calon gurur, dan pengelolah pendidikan karakter ( PPK ).
Pengetahuan tentang proses pembentukan karakter dalam diri individu menegaskanbahwa individu akan sangat bertumbuh berada dalamlingkungan pendidikan yang nyaman dan aman, dimana masing-masing individu di lingkungan tersebut, mampu saling merawat.
Dalam implementasinya, kementrian pendidikan dan kebudayaan, menetapkan tiga pendekatan, penguatan pendidikan karakter, yaitu pendidikan karakter berbasis kelas, budaya sekolah, dan masyarakat ( keluarga ) ataukomunitas.