buku kedua ini meupakan suatu rangkaian pendalaman iman, katekese umat yang lengkap dan terpadu
Buku ini sebagai salah satu ajaran tentang seksualitas yang dinilai berlebihan dan cukup keras. Tubuh tidah hanya membahasakan cinta manusiawi, dimana pria da wanita oleh tindakan simbolis tubuhnya membangun persekutuan hidup perkawinan dua tubuh menjadi satu tubuh
Buku ini menanggapi berbagai persoalan moral dalam beberapa tema berikut: seksualitas dan perkawinan, kapan bermulanya manusia, aborsi dan seluk beluknya, fertilisasi in virto, inseminasi artifisial, keibuan surogasi dan usaha penyelamatan embrio, riset sel punca embrio manusia, praktik amniosentesis, kloning manusia, dan usaha transgenesis-hibridisasi manusia-hewan.
Manusia tidak dapa hidup sendiri. Dalam relasi dengan sesamanya, seseorang mengekspresikan diri serta kualitas pribadinya dalam kebersamaan yang manusiawi.
konteks dan motivasi pembahasan topik etika profesi dan pastoral profesi dapat dikatakan diilhami tanda-tanda zaman
Bidang teologi ini berbeda dari teologi moral umum atau fundamental yang mencermati persyaratan-persyaratan dan ciri-ciri umum yang ada pada setiap tindakan agar dapat dipertanggungjawabkan dan baik secara moral.
Buku ini merupakan pengolahan secara baru atas bahan-bahan buku bulan katekese Liturgi oleh Komisi Liturgii Keuskupan Agung Semarang selama 20 tahun.
Buku ini membahas tentang apa yang mungkin terjadi bila RUU kesehatan dilegalkan.
Bgai orang beriman, pendasar tingkah laku moral bukan saja martabat kodratnya, meliankan hubungan dengan Allah peneylamat yaitu iman itu sendiri. hubungan itu bersifat normatif; tingkah laku orang beriman menjadi perwujudan iman.