Gereja diterangi oleh iman. yang memberinya pengertian tentang segala kebenaran tentang tingginya nilai pernikahan dan keluarga, dan mengenai maknanya yang terdalam, '' tulis Paus Yohanes Paulus II dalam kata pendahulunya sekali'' lagi, gereja merasakan betapa mendesaknya kebutuhan untuk mewartakan Injil, Yakni Kabar Gembira Kepada sekalian orang tampa kecuali.
Mengenal iman katolik ini mau memenuhi kebutuhan tersebut, sudah barang tentu buku utama yang mengantar orang kepada iman adalah kitab suci. maka buku mengenal iman katolik tidak mau dan tidak bisa menggantikan kitab suci, yang menjadi sumber utama iman kita
Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa seluruh tema teologi sakramen gereja, termasuk masing-masing sakramen, diperdalam secara biblis, teologis-historis, dan sistematis, juga secara liturgis, pastoral dan ekumenis
Iman sebagai kepercayaan bisa merupakan obat satu-satunya untuk menyembuhkan dunia yang serba sakit itu, sayang, tradisi kristen, khususnya tradisi katolik, agak lama mengerti iman sebagai persetujuan intelektual pada ajaran gereja dan dengan demikian menjadikan garam iman itu tidak asin lagi
Hidup umat beriman di era digital ini juga tidak lepas dari pengaruhnya. budaya digital mewarnai hidup umat beriman saat ini.Di tengah budaya digital gereja, terutama sebagaipewarta dan saksi kabar gembira, melalui pewartaan dan tindakan-tindakannya.
Buku bimbingan bagi hidup membiara sudah banyak ditulis, khusus dalam seri '' hidup dalam Roh'' yang disajikan disini justru buku pengalaman pribadi, yang mudah dibaca sebagai cerita, untuk bercermin dan bertanya-tanya , apa ada kesamaan dan kelainanya
Informasi penting sehubungan dengan deuterokanonika dicoba disampaikan dalam tulisan ini, mulai dariistilah '' Deuterokanonika dalam Lectionarium Gereja.
Kamus ini disusun untuk menyediakan bantuan sederhana bagi kaum awam yang ingin secarapribadi membaca dan memahamikitab suci.
Kesadaran masyarakat luas tentang rusaknya lingkungan hidup itu kemudian mendorong para pemimpin dan tokoh berbagai agama,termasuk para pemimpin dan tokoh agama kristen, untuk memberi tanggapan yang didasarkan pada keyakinan religius mereka.
Agar Kitab Suci sungguh-sungguh menjadi sumber insipirasi hidup kristen, seluruh bidang dan segi kehidupan Gereja harus dijiwai oleh Kitab Suci (DV 21.24.25); Segenap lapisan dan tingkat warga Gereja pun demikian (DV 22.25; PC 6; AA 4)