Uraian buku ini adalah buah renungan, maka sepantasnya juga dibaca dalam sikap merenung; untuk itu pada akhir setiap bab diberikan Bahan Renungan berupa pertanyaan-pertanyaan.
Kegiatan liturgi gereja sangat penting karena merupakan pelaksanaan karya penebusan manusia di masa lalu tetapi juga untuk sekarang dan yang akan datang. begitupun dalam dan melalui kegiatan liturgi manusia dikuduskan dan Allah dipuji. terbitnya buku ini dimaksudkan untuk menyediakan sarana bagi semua agar semakin memahami makna kegiatan liturgi
Melalui model-model gereja ini, penulis mempertimbangkan banyak persoalan dan masalah yang sedang diajukan dewasa ini.
Buku ini selain bisa bermanfaat untuk mengenal hukum perkawinan Katolik, juga bisa menjadi rujukan ilmiah bagi penulis, sekaligus dapat menjadi panduan praktis bagi mereka yang sedang mencari jawaban terhadap aneka masalah perkawinan.
Perubahan dan perkembangan pandangan mengenai Gereja mempengaruhi dan menentukan hidup dan kegiatan Gereja, termasuk kegiatan katekis. Setiap kegiatan Gereja terkandung gambaran Gereja tertentu yang hendak dibangun.
Perkawinan merupakan bentuk dan jalan hidup yang dipilih kebanyakan orang, sehingga kiranya nyata makna eksistensial, personal, sosial, bahkan religius perkawinan yang merupakan nilai dasar dalam masyarakat dan jemaat. baik agama maupun negara mengatur perkawinan dalam masyarakat majemuk dimana orang- orang yang berkeyakinan lain saling bertemu bahkan sampai ke jenjang perkawinan.
Buku ini mencatat kanon hukum kanonik tentang hakekat, hak/ wewenang dalam membantu uskup diosesan dan perangkatnya dalam memahami hakekat jabatan.
Panggilan kepada kekudusan hidup dan misi aktif dalam Gereja bukan lagi hanya milik biara, monasteri atau pun milik orang-orang tua yang tengah pensiun dari kerja dinas yang aktif.
buku kecil ini dibuat untuk membantu pembaca melihat secra sekilas tentang dunia hukum Gereja. dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, penulis menyampaikan tema-tema menarik, praktis dan konkret bagi kehidupan kita