Kitab Daniel memang memanfaatkan pemahaman iman dalam situasi baru. Di saat ilham kenabian seolah-olah mandeg tanpa tan-tangan besar, seperti dialami pada zaman para raja dan masa pem-buangan, maka kini ilham baru itu muncul dengan melihat arus sejarah yang besar. Seperti dalam buku Primbon, Jangka dan sejenis itu, Kitab Daniel memanfaatkan pandangan masa depan untuk dijadikan se-macam peringat…
Buku ini sajikan agar cita-cita Negara dan Gereja terpenuhi.
Bila zaman ini, orang berbicara tentang nabi, berbagai penegrtian bisa muncul dalam angan-anagan. Bayangan itu di antaranya seorang tokoh yang bisa menyuarakan pembaharuan dalam hidup bersama
Jati diri seorang nabi bukan haya dimengerti hanya karena perannya sebagsai pewarta sabda Allah , nabi juga dipahami sebagai seorang yang menghayati sabda Allah itu secara medalam.
Sebagai awal adalah sebuah catatan di sekitar tradisi kenabian. Seorang nabi bukanlah gejala yang muncul begitu saja, kemudian hilang tak berbekas. Munculnya seorang nabi ternyata mempunyai landasan dalam suatu tradisi, bahkan kemudian berkembang juga dalam suatu tradisi.
Dengan membaca buku, pembaca akan menjumpai beberapa ragam cara dan bentu penggarapan tafsir ini, yaitu dengan menerjemahkan dan menyadur seperlunya dari buku taafsir yang tersedia.
Konsili Vatikan II, 25 tahun yamg lalu pernah merumuskan keputusan besar yang berbunyisebagai berikut: bagi umat beriman jalan menujuh kitab suci harus trbuka lebar-lebar.
Bagi manusia Allah selalu tampil paradoks. Ia amat gamblang tetapi tidak pernah dikenal seluruhnya.