Buku ini memuat tentang amanat dan pidato Presiden Soeharto
Pidato kenegaraan Presiden Soeharto yang isinya merupakan laporan pertanggungjawaban itu jelas merupakan dokumen sejarah yang amat penting.
Maksud disusunnya buku ini ditujukan khususnya bagi para pratiksi ketenagakerjaan (seperti manager personalia/HRD, pengurus Serikat Pekerja/ Serikat Buruh, hakim ketenagakerjaan, konsilator, mediator, arbitrator, bahkan juga pekerja/buruh) agar dapat dijadikan pedoman berinteraksi dalam hubungan industrial sesuai dengan perannya masing-masing.
-
Buku ini adalah sebuah hasil kolektif, yang di dalamnya mengandung sejumlah kajian terhadap dan bersama dengan gerakan pro-demokrasi
Buku ini secara resmi membahas keterkaitan CEDAW dan MDG,s telah menyediakan bahan rujukan yang diperlukan bagi mereka yang mempunyai tugas meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia perlu dihayati dan diamalkan secara nyata oleh setiap warga negara untuk menjaga kelestarian, kesaktian dan keampuhannya demi terwujudnya bangsa merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Untuk menjamin kesatuan pandangan dan gerak, telah ditetapkan suatu TAP MPR NO. II/MPR/1978, yang merupakan pedoman dan penuntun bagi …
Kehidupan Kenegaraan Indonesia saat ini mengalami perunahan yang sangat cepat terutama berkaitan dengan pergerakan reformasi serta UUD termasuk amandemen UUD 1945. Hal ini terdapat multitafsi yang terjadi pada pemekitiran segelinir orang.
Kebudayaan menetap dan bertani kemudian memperkuat tradisi, dari upacara, antar huta semarga, batas ladang dan sawah, hingga penghormatan jasad leluhur yang telah mati. lamabna laun mereka sepakat mendirikan seperangkat kebudayaan sebagai ruang istirahat kematian.
Buku ini diniatkan untuk melihat kembali perjalanan NU secara lebih santai, melihat berbagai capaian intelektual para aktivisnya, dan menengok juga perkembangan NU secara global. Buku ini diharapkan menjadi bahan refreshing sejenak, menyegarkan kembali pemahaman pembaca tentang NU. Saat munculnya pertanyaan dari saudara-saudara non-muslim, " Mengapa NU begitu spartan mempertahankan NKRI?