Masa pembuangan Bung Karno di Pulau Flores berlangsung dari 14 Januari 1934 sampai dengan 18 Oktober 1938. Bung Karno menggambarkan dirinya dalam pembuangan itu sebagai "elang yang telah dipotong sayap-sayapnya". Namun, ternyata Bung Karno mampu mengatasi dan mengolah situasi krisis ini secara kreatif sehingga menghasulkan hal-hal positif dalam pembentukan karakter dan kepribadian, sifat dan ji…
buku ini diterbitkn untuk mendorong seluruh warga masyarakat supaya berani berbicara menyampaikan aspirasinya.
Buku ini mengupas politik luar negeri Indonesia dalam rangka masa depan sera prospeknya kawasan Asia-Tenggara sebagai "Zone Damai, bebas dan netra:l
Setiap suku bangsa dan etnis hidup dalam sebuah kebudayaan yang dihayati bersama. Etnis nage yang merupakan etnis masyarakat di kabupaten nagekeo flores mewujudkan kehidupan budayanya dalam berbagai upacara, ritual, dan pesta dat kemudian berusaha menghayati nilai- nilainya dalam kehidupan harian mereka.
Buku ini mengajak setiap insan Pancasila terutama pemerintah, pendidik, dan peserta didik untuk menghidupi kembali (revitalisasi) nilai-nilai Pancasila dan memaknainya untuk mencapai bonum commune. Pemaknaan nilai-nilai Pancasila dapat membantu pencinta negeri ini untuk menguraikan kembali keranjengan problem (Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan) yang menjadi benang kusu…
Buku ini turut menguatkan peradaban politik di Indonesia
Buku ini memuat tentang keadilan dan perdamaian yakni membantu mengantar pembaca kepada terciptanya budaya adil dan damai
Buku ini adalah buah perjumpaan yang dimungkinkan oleh sebuah mata kuliah perjumpaan dengan para man tan tapol dan mata kuliah Teologi Rekonsiliasi Sosial.
pancasila yang direfleksikan dan dirumuskan sebagai sebuah moral etik merupakan kumpulan dari seluruh nilai luhur nenek moyang nusantara. sebuah nilai bisa bermakna apabila diangkat sebagai falsafah bangsa.
Pemodal media dan kekuasaan merupakan Kristalisasi pengetahuan yang berproses sejak penulis aktif menjadi reporter majalah kampus. mengolok yang dimaksud, para pemodal media identik sebagai pemilik modal bisnis dan infrastruktur produksi, serta distribusi produk media.