romo prier dan konsili vatikan II adalah dua momentum besar dalam sejarah musik liturgi di indonesia. melalui yayasan pusat musik liturgi diantaranya yang menghasilkan penerbitan buku liturgi madah bakti dan kelompok paduan suara vocalista sonora
-
buku ini dimaksudkan untuk membantu kita dalam pelayanan dan pengabdian kita.
dalam buku ini disajikan karya tulis dari duabelas teolog yang merupakan hasil peneliian sosiologis dan teologis, hasil penelitian mengenai dialog antar agama dan pola penginjilan.
Liturgi merupakan perayaan jemaat beriman. Sekelompok orang di tempat dan pada zaman tertentu mengungkapkan dan merayakan iman mereka, relasi mereka dengan Tuhan.
buku ini sangat baik dibaca oleh para imam termasuk sebagai persiapan kotbah yang sesuai dengan konteks liturgi
pedoman pedoman yang ada dalam buku ini tidak dimaksudkan untuk membatasi praksis liturgi dan ibadat yang sudah baik dan sudah berjalan di tengah umat beriman. buku pedoman ini pertama tama bertujuan pastoral yakni memberi pegangan dan membantu umat para pemimpin dan petugas liturgi.
Pernyataan Konsili Vatikan II ini telah menghembuskan ilham liturgi segar ke dalam benar para gerejawan-wati, dan khususnya para ahli liturgi.
Pada buku ini akan dijelaskan penggunaan 30 lambang benda dan kata yang berhubungsn dengn hal-hal berkaitan dengan Allahatau hal-hal adikodrati.
Di dalam dua bab terakhir buku ini akan dihidangkan pelbagai pengalaman penulis di bidang seni mengubah lagu. Bab satu secara sepintas mengemukakan seluk beluk lagu. Bab dua mengedepankan beberapa unsur yang kiranya dapat menunjang kualitas lagu.